HIDUP HARMONI DENGAN ALAM

Judul diatas merupakan salah satu kesimpulan dalam wedangan mitigasi yang diselenggarakan oleh Association of Resiliency Movement (ARM). Hidup harmoni dengan alam menjadi salah satu bentuk upaya pengurangan risiko dalam menghadapi segala macam bentuk ancaman, gempa dan gunung meletus tidak dapat dicegah, karena jika dicegah malah akan menjadi bencana lain, misal mungkin saja bumi yang akan […]

Continue reading

#wedanganmitigasi : Refleksi Gempa Jogja 2006

#wedanganmitigasi merupakan sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh perkumpulan Association of Resiliency Movemet (ARM). Wedangan (jawa) merupakan istilah yang dipakai untuk orang yang berkumpul atau nongkrong untuk menikmati minuman dan ada sedikit makanan kecil di suatu tempat, dan biasanya sambil kumpul atau nongkrong terjadi komunikasi bahkan diskusi tentang segala sesuatu. Mitigasi merupakan sebuah upaya untuk mengurangi […]

Continue reading

Siaga Menghadapi Gempa

Apa yang dilakukan pada saat bencana ? Tetap berada di tempat yang menurut Anda aman selama terjadi gempa. Waspadai gempa susulan yang terkadang guncangannya lebih kuat. Perhatikan langkah Anda ke tempat aman lain dan tetap berada di sekitar tempat itu sampai guncangan berhenti dan Anda dapat keluar dengan aman.

Continue reading

SIAGA BENCANA GEMPA

Bencana ini bersifat tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Gempabumi dapat menimbulkan dampak korban jiwa, luka, maupun kerusakan infrastruktur yang sangat signifikan. Kita harus belajar dari kejadian gempabumi yang terjadi di Yogyakarta (2006) dan Padang (2009). Mengidentifikasi potensi bahaya dan perencanaan yang berstandar aman dapat menyelamatkan jiwa dan mengurangi korban luka maupun kerusakan infrastruktur.

Continue reading

Pelatihan Assessment di Sangkrah

Masih dalam rangkaian peningkatan kapasitas warga kampung Sangkrah Solo, Kampungnesia, Rumah Baca sangkrah dan Association of Resiliency Movement melaksanakan kegiatan workshop dan pelatihan guna kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat yang kita sebut dengan kampung tangguh bencana, materi kali ini yang dipelajari adalah Assessment, dengan sebelumnya telah diberikan materi tentang Manajemen Bencana dan Posko, dan Pertolongan pertama […]

Continue reading

Pelatihan Pertolongan Pertama dan Korban Banyak di Sangkrah

Pertolongan Pertama adalah Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera yang memerlukan penanganan medis dasar Medis Dasar Adalah Tindakan pertolongan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh orang awam atau awam terlatih. Pertolongan Korban Banyak (PKB) merupakan tindakan pertolongan yang dilakukan pada korban yang berjumlah banyak atau lebih dari satu.

Continue reading

Manajemen Posko Bencana Kampung Tangguh Bencana

Untuk meningkatkan kapasitas warga Kampung Sangkrah, dilakukan pelatihan dan belajar bersama tentang manajemen bencana dan posko, pengetahuan dan ketrampilan ini bisa dan perlu di milii oleh masyarakat, agar jika terjadi suatu kejadian yang tidak kita inginkan misalkan musibah atau bencana, masyarakat setempat sudah biasa dan tangguh dalam menghadapinya.

Continue reading

Nyala Lilin Untuk Yuyun

Awalnya tidak banyak media yang menulis berita tentang Yuyun, tak banyak pula orang membicarakannya. Padahal, laporan tentang  adanya siswi SMP yang ditemukan tewas tanpa busana muncul pada Selasa, 5 April 2016, dalam beberapa situs berita lokal di Bengkulu.

Continue reading

Menjaga Lingkungan dan Bumi dari kerusakan

Bertempat di pendopo ARM, di jalan Prof. Soepomo No. 121, tanggal 1 Mei 2016, pukul 19.00 dilangsungkan kegiatan diskusi dan berbagi pengetahuan yang dikemas dalam wedangan mitigasi. Tema yang diusung dalam diskusi tersebut adalah terkait dengan hari bumi dan lingkungan yakni Menjaga Lingkungan dan Bumi dari Kerusakan.

Continue reading

GEMPABUMI TANGGAMUS AKIBAT SUBDUKSI LEMPENG

Hari Senin, 2 Mei 2016, pukul 11.21.25 WIB terjadi gempabumi tektonik berkekuatan M=5,8 yang mengguncang wilayah Lampung dan Banten. Pusat gempabumi ini terletak pada koordinat 5,41 Lintang Selatan dan 104,33 Bujur Timur, tepatnya di daratan pada jarak 28 kilometer arah baratdaya Tanggamus, Lampung dengan kedalaman hiposenter 127 kilometer.

Continue reading