Aksi Kemanusiaan Tim ERU 1 ARM Indonesia di Lombok

Paska gempa bumi dengan kekuatan 7 SR pada tanggal 5 Agustus 2018 terjadi di Lombok yang lalu membuat penyintas menjadi trauma karena dalam rentang waktu kurang lebih 7 hari dari gempa  bumi 6,4 SR yang terjadi tanggal 29 Juli 2018 gempa terjadi lebih besar dari sebelumnya.

Tim Emergency Response Unit (ERU) Association of Resiliency Movement Indonesia (ARM Indonesia) telah tiba di Mataram, NTB  pagi hari sekira pukul 09.00 WITA pada tanggal 9 Agustus 2018 dengan menggunakan pesawat komersil, tim  terdiri dari R. Eddy Hartono (Koordinator), Puji Giri Astuti  (perawat) dan Nanang Setyoaji (Rescuer) akan melakukan kerja bencana selama kurang lebih 10 hari terihitung tanggal 8 – 18 Agustus 2018.

Assessment dan pendekatan kepada para penyintas dilakukan dalam situasi non formal

Assessment dan pendekatan kepada para penyintas dilakukan dalam situasi non formal

Sebagai tim ERU pertama aktifitas yang di lakukan adalah melakukan kajian atau assessment di wilayah kerja yang  nantinya menjadi sasaran ARM Indonesia dalam melakukan operasi kemanusiaan. Di jelaskan oleh Eddy Hartono sebagai koordinator tim, “Tingkat kesulitan tim pembuka adalah membuka akses komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait dan penyintas”. Sebagai perkumpulan kemanusiaan yang bisa di bilang masih belia ARM Indonesia yang terbentuk pada tahun 2015 yang lalu, tentu saja banyak yang menanyakan tentang siapa ARM.

Hambatan terberat yang ditemui tim ERU pertama ketika melakukan kajian di lokasi bencana adalah ketika datang dengan membawa sedikit barang bantuan, oleh para penyintas selalu ditanyakan “membawa bantuan apa? Jika tidak membawa bantuan jangan datang ke daerah kami”, timpal Eddy Hartono ketika melakukan pendekatan ke penyintas.

Pola pendekatan yang di lakukan ARM Indonesia ketika pertama kali hadir ke lokasi bencana melakukan lapor kedatangan tim kepada pihak otoritas yang ada di lokasi seperti BNPB, atau Satuan Kerja PB lokal pemerintah setempat, laporan kedatangan juga menjelaskan rencana operasi yang akan dilakukan ARM Indonesia selama berada di lokasi bencana, dan yang pastinya minta ijin untuk masuk dan mencari lokasi yang akan menjadi sasaran kerja bencana ARM Indonesia, dengan mencari informasi kepada para pihak terkait.

Setelah proses awal di lalui, tim akan masuk lokasi bencana yang menjadi sasaran kerja, ARM Indonesia berupaya berada hadir di tengah – tengah para penyintas, melibatkan penyintas untuk bersama-sama  bekerja membantu mereka yang membutuhkan, mulai dari perencanaan program, implementasi sampai dengan pelaporan,semua dilakukan bersama – sama sehingga harapan bantuan yang diterimakan akan efektif dan efisien yang lebih baik lagi juga tepat sasaran.

Daerah operasi kemanusiaan ARM Indonesia pada kejadian gempa Lombok, berada di dusun Montong, desa Jenggala, kecamatan Tanjung, kabupaten Lombok Utara. 90% bangunan yang berada disini rusak akibat gempa dengan tingkat kerusakan yang beragam.

(Informasi lebih lanjut hubungi komunikasi dan informasi ARM Indonesia – Anggun Gunadi 081 2152 8778)
Posted in Berita and tagged , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.