ARM dan Mapala Unisi Merespon Gempa Pidie Aceh

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 7 Desember 2016,  terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,5 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tepat pada pukul 05.03 Waktu Indonesia Barat. Pusat gempa yang berada di daratan menyebabkan gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami. Gempa juga terasa di kabupaten tetangga seperti Pidie, Bireuen, hingga sampai ke Banda Aceh, Langsa, dan Pulau Simeulue.

Jumlah korban meninggal total ada 101 orang, dimana 96 orang meninggal dari Kabupaten Pidie Kaya, 3 orang meninggal dari Kabupaten Pidie dan 2 orang meninggal dari kabupaten Bireuen, sementara jumlah pengungsi sudah mencapai65.064 jiwa yang tersebar di 94 titik dan kerusakan insfrastruktur (sumber data Humas Aceh)

ARM (Association of Resiliency Movement) sebagai perhimpunan yang bergerak dalam kerja kemanusiaan dan penanggulangan bencana, mencoba merespon dengan mengirimkan 2 orang untuk melakukan kegiatan kaji cepat, kedua orang tersebut adalah Alfan Farhani dan Andy Reza, mereka berangkat ke Aceh bersama dengan tim dari Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Indonesia (Mapala Unisi) berangkat pada hari Minggu, 11/12/2016.

Prioritas utama kerja yang akan dilakukan adalah kaji cepat, trauma healing, pendidikan dan air bersih, dengan konsentrasi wilayah kerja berada di Kabupaten Pidie Jaya. Penentuan wilayah berada di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh,dikarenakan sebagai pusat terjadinya gempa, dan banyak berjatuhan korban akibat bencana, selain itu infrastruktur yang rusak terdiri dari total rumah rusak 11.267 unit, dengan rusak berat 2.874 unit dan rusak ringan 8.393 unit, sementara itu untuk sekolah yang mengalami kerusakan TK 87 unit, SD 73 unit,  SMP 17 unit dan SMA/SMK 10 unit.

Oleh karena itulah dipilihkan Kabupaten Pidie Jaya untuk melakukan kerja kemanusiaan dalam penanganan bencana, dengan melakukan aktifitas pendidikan, trauma healing, dan bantuan air bersih.

Info hubungi :
Pusat Data dan Informasi  Association of Resiliency Movement (Anggun Gunadi – 08562851199)

 

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *