Cara Akses Layanan Jogja Bakoh

Semenjak di publikasikan layanan operasi Jogja Bakoh Lawan Covid 19 pada tanggal 17 Maret 2020 oleh perkumpulan berbadan hukum Association of Resiliency Movement atau ARM, banyak masyarakat yang menghubungi posko utama operasi Jogja Bakoh Lawan Covid 19.

Per tanggal 19 Maret 2020 dari pagi hari sekira pukul 07.30 hingga siang pukul 11.00 telah masuk permohonan dari masyarakat sebanyak 458 pemohon. Pemohon ini terbanyak dari lembaga pendidikan, pemukiman warga, tempat ibadah dan perusahaan. Ditambahkan oleh komandan operasi Jogja Bakoh Anggun Gunadi,” masyarakat sedikit banyak merasa cemas akan bahaya virus corona ini sehingga banyak yang meminta untuk dilakukan penyemprotan di wilayahnya”.

Cara mengakses layanan Jogja bakoh sangat mudah, masyarakat tinggal membuat surat permohonan yang ditujukan kepada Ketua Dewan Eksekutif Nasional Association of Resiliency Movement Indoensia (Ketua DEN ARM Indonesia), perihal permohonan penyemprotan disinfektan. Setelah surat dibuat langkah berikutnya adalah memotret surat tersebut atau, memindai / scan surat tersebut atau dapat juga dibuat dalam format pdf, lalu kirimkan surat tersebut melalui nomor WA 087817060020 atau 0896 7633 0900.

Layanan ini terbagi dalam 3 segmen, yakni fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, pasar tradisional, halte bus, terminal dan lain sebagainya. Kedua fasilitas sosial seperti kantor yayasan/sosial atau LSM, panti asuhan, jompo dan rumah singgah, kampung padat penduduk dan pondok pesantren. Ketiga fasilitas bisnis seperti supermarket, swalayan, gedung perkantoran, Mall, hotel, pabrik dan lain-lain.

Komandan Operasi Jogja Bakoh menambahkan bahwa layanan untuk fasilitas umum tidak dipungut biaya atau gratis, sementara untuk fasilitas sosial biaya sukarela dan fasiltas bisnis juga tidak dikenakan biaya, hanya donasi sukarela terbaik. Biaya sukarela tersebut akan kita gunakan kembali untuk membantu pada fasilitas umum yang tidak berbayar.

Posted in Berita and tagged , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.