Charity Night Lombok Tangguh, Sikap Peduli Bencana Lombok

ARM (Association of Resiliency Movement) bekerja sama dengan para sahabatnya menggelar malam penggalangan dana untuk Lombok bertajuk Lombok Tangguh di Jogja National Museum. Gempa yang mengguncang Lombok memang menjadikan perhatian khusus bagi masyarakat.

Atas usulan dari para sahabat ARM, dimana sebelumnya mereka juga aktif sewaktu terjadi bencana di Banjarnegara hingga akhirnya tercetuslah ide untuk menggelar malam penggalangan dana untuk Lombok.

ARM (Association of Resiliency Movement) sendiri merupakan perkumpulan berbadan hukum, yaitu suatu organisasi yang beranggotakan sipil yang berpotensi sebagai relawan dan berasal dari masyarakat umum. Kegiatannya meliputi pembekalan para relawan yang akan diterjunkan di daerah bencana.

Dalam kerjanya ARM melakukan pengiriman relawan ke lokasi bencana untuk melakukan kerja bencana dan pendampingan kepada korban bencana seperti pelayanan kesehatan, manajemen posko, trauma healing, water and sanitation dan yang lainnya.

Ditemui pada malam penggalangn dana di JNM Jumat (24/8) Andi Reza selaku ketua ARM menjelaskan “waktu untuk mempersiapkan acara ini tergolong singkat, karena hanya sekitar satu minggu untuk mengumpulkan para sahabat hingga persiapan segala macam.”

“Dan alhamdulillah kami mendapat support dari mana-mana, mulai dari sponsor , pengisi acara hingga Polresta Yogyakarta,” tuturnya.

“Support teman-teman yang luar biasa yang perlu kita apresiasi.,” ucapnya lagi.

Karena yang mensupport berasal dari kalangan musisi maka ARM menyuguhkan pentas musik dengan merangkul masyarakat untuk ikut berdonasi. Dengan cukup membayar tiket masuk Rp 20.000, Masyarakat bisa mendapatkan hiburan sekaligus beramal. Sebanyak delapan Band indie Jogja yang tampil dalam acara Lombok Tangguh ini, yaitu Rokester, Warhammer, Serigala Malam, Lenister, Tango Tequila, NOK37, Sepeda Hias dan BravesBoy.

Penonton yang sebagian besar remaja memadati JNM malam itu, mereka tampak antusias menyaksikan band favorit mereka.

Dari acara ini salah satu pesan moril yang didapat adalah sumbangan tidak harus meminta-minta seperti turun ke jalan namun bisa juga dengan kegaiatn yang positif.

Anggun  selaku sekretaris ARM menambahkan,semua hasil penjulan tiket akan disalurkan untuk donasi Lombok melalui ARM di dusun Montong, desa Jenggala kecamatan tanjung kabupaten Lombok utara.

Karena saat ini karena sudah menjadi bencana turunan. Dan yang sangat mengganggu karena sudah banyak wabah-wabah penyakit yang timbul akhibat bencana karena kurangnya sanitasi air bersih. Pola sumber air terganggu karena pola MCK mereka turun ke saluran air sehingga menimbulkan penyakit ,seperti penyakit kulit, muntaber ,diare dan ini yang akan segera disikapi oleh ARM.

Anggun menambahkan “selain itu dari sisi pendidikan kita juga sudah memberikan buku, 150 Al-quran dan 150 Iqro untuk TPA.”

sumber berita : Gudeg.net
Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.