“Covid-19 bukan Bencana melainkan Perang”

Bertempat di kantor Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 17 Februari 2022 Sentra Vaksinasi untuk Warga Yogyakarta (SVWY) yang terdiri dari lembaga PKBI DIY, ARM Indonesia, Atmawidya Alterasi Indonesia, AJI Yogyakarta, Masyarakat Peduli Media (MPM) menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Menghadapi pandemic Covid-19 gelombang ke-3, siapkah kita?”. Menghadirkan nara sumber dr. Tri Widjaja, S.Ked ketua Satgas Covid-19 IDI Wilayah Yogyakarta, Dinas Kesehatan Propinsi DI Yogyakarta dan Waria Crisis Centre, namun dalam kesempatan tersebut hanya dari Satgas Covid-19 IDI DI Yogyakarta yang hadir.

 

Diskusi publik yang diikuti peserta dari kelompok tangguh mitra yang ada di kampung, desa/kelurahan, komunitas peduli kesehatan, hingga kelompok rentan dan marginal yang selama ini menjadi mitra di lembaga yang tergabung di SVWY, dengan tetap menjaga protokol kesehatan berjaga jarak dan dilakukan pengecekan kesehatan sebelum diskusi berlangsung.

 

Dalam pemaparannya dr. Tri menyampaikan bahwa “Covid-19 adalah perang, bukan bencana”, dimana perang tersebut dimaknai perang melawan ego diri kita masing-masing, untuk tetap berdisiplin menjaga protokol kesehatan, dengan memakai masker, berjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi (5M) serta 3T testing (tes), tracing (pelacakan), treatment (perawatan).

 

Munculnya varian baru, Omicron,menjadi ancaman terjadinya gelombang ketiga di Indonesia. Pengalaman tahun lalu, pemerintah dan masyarakat kewalahan menghadapi varian Delta sehingga menyebabkan kematian di hampir seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali DI Yogyakarta. Selain korban jiwa, gelombang kedua menyebabkan terganggunya layanan kesehatan lain karena prioritas layanan kesehatan bagi pasien Covid-19 dan penutupan beberapa layanan kesehatan karena staf klinik/Puskesmas/RS terinfeksi.

 

Jika pada gelombang kedua masyarakat tergagap-gagap dalam mengetahui karakteristik varian Delta, maka pada varian Omicron ini dapat diantisipasi dengan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat. Penguatan kepada masyarakat di level desa/kampung/kelurahan harus dilakukan untuk mengahadapinya.

 

Pada akhir sesi diskusi publik disimpulkan beberapa poin terkait siapkah kita menghadapi pandemi gelombang 3 ini, diantaranya

  1. Saling mengingatkan untuk tetap menjalankan 5 M dan 3 T sebagai bentuk saling menjaga kenyamanan dan kesehatan dalam setiap aktifitas.
  2. Virus selalu ada di sekitar kita, untuk itu jalani hidup yang selaras tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat selain protokol kesehatan.
  3. Ekonomi tetap bisa berjalan asalkan dari kita saling sadar dan mengingatkan betapa pentingnya 5 M dan 3 T untuk selalu
  4. Jika merasa gejala dan tanda seperti demam, batuk kering, tenggorokan gatal, nyeri otot sendi, kelelahan, sakit kepala dan tidak kehilangan indera penciuman sebaiknya segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat, dan tetap menjalankan 5 M.
Posted in Berita and tagged , , , , , , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.