HIDUP HARMONI DENGAN ALAM

Judul diatas merupakan salah satu kesimpulan dalam wedangan mitigasi yang diselenggarakan oleh Association of Resiliency Movement (ARM). Hidup harmoni dengan alam menjadi salah satu bentuk upaya pengurangan risiko dalam menghadapi segala macam bentuk ancaman, gempa dan gunung meletus tidak dapat dicegah, karena jika dicegah malah akan menjadi bencana lain, misal mungkin saja bumi yang akan meledak, itulah sekelumit pengantar diskusi wedangan mitigasi tadi malam, yang mengambil tema “Refleksi Gempa Jogja 2006”.

 

Bertempat dikantor Association of Resiliency Movement, di Jalan Panembahan Senopati 37 Yogyakarta, tepatnya berada di sebelah barat jembatan code Sayidan, diselenggarakan wedangan mitigasi bulan ketiga, dengan menghadirkan pemantik diskusi Prof. Ir. H Sarwidi, MSCE.,Ph.D.,IP-U. dosen di Universitas Islam Indonesia dan kebetulan saat ini menjadi tim pengarah BNPB. Ini merupakan kali kedua beliau menjadi pemantik dalam diskusi yang diselenggarakan oleh ARM.

 

Dihadiri dari berbagai kalangan dan komunitas masyarakat di Jogjakarta dan sekitarnya diskusi wedangan mitigasi dimulai tepat pukul 19.30 WIB, 30 menit molor dari waktu undangan, namun demikian jalannya diskusi terasa hidup karena banyak pertanyaan, maupun pernyataan dari pengalaman maupun berbagi pengetahuan dari peserta diskusi tadi malam. Pertanyaan yang cukup menarik dalam diskusi semalam seperti berikut, “apakah sudah ada perkembangan dari pengalaman bencana gempa Jogja tahun 2006 yang lalu, terutama mengenai kontruksi bangunannya?”. Pertanyaan tersebut cukup menarik, karena selama ini masih banyak yang mengira jika terjadi gempa yang membahayakan adalah kejadian lempeng bergeser yang menyebabkan gempa, sesungguhnya yang lebih berbahaya dari kejadian gempa adalah bangunan rumah, karena ketika terjadi gempa masih ada orang didalam rumah, dan kebetulan rumah yang dibangun dengan kontruksi yang rendah dan tidak tahan goncangan gempa, maka orang yang didalam rumah tersebut akan menjadi korban.

 

Walaupun tema Refleksi Gempa Jogja 2006, namun pembahasan tidak hanya bercerita tentang memori tentang kerja – kerja bencana gempa tahun 2006 yang lalu, pembahasan berkaitan dengan upaya pengurangan risiko dengan melakukan kesiapsiagaan bencana, hidup harmoni dengan alam, salah satu hasil diskui tadi malam adalah mendorong komunitas, masyarakat untuk melakukan secara mandiri akhitifitas mitigasi tersebut.

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.