Jogja Bakoh Lawan Covid 19

Pandemi koronavirus 2019–2020 atau dikenal sebagai pandemi COVID-19 adalah peristiwa pandemi penyakit koronavirus 2019 (bahasa Inggris: coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19). Penyakit ini disebabkan oleh korona virus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019 setelah beberapa orang mengalami pneumonia tanpa sebab yang jelas dan prosedur perawatan dan vaksin yang diberikan ternyata tidak efektif.

Di Indonesia, dua kasus positif pertama diumumkan secara resmi pada tanggal 2 Maret 2019. Mereka ini adalah warga Depok yang dikabarkan sempat melakukan kontak dengan turis Jepang yang sempat berkunjung ke Bali dan dinyatakan positif melalui sebuah tes di Malaysia. Sejak hari itu, kasus Covid-19 di Indonesia semakin terbuka. Pemerintah Indonesia mendapatkan desakan dari berbagai pihak untuk segera mengambil tindakan. Saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia adalah 134 orang (data per 16/03/2020 pukul 19.00) dan beberapa dugaan positif yang tersebar di beberapa wilayah, antara lain: Jakarta, Jawab Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara.

Untuk itulah guna membantu pemerintah dalam mengurangi penyebaran virus Covid-19, Dewan Eksekutif Nasional ARM Indonesia memutuskan dalam rapat pleno untuk membuat program layanan semprot disinfektan dan promosi kesehatan bagi rakyat. Ditambahkan oleh Andy Reza (Ketua DEN ARM) “pilihan penyemprotan disinfektan karena cukup efektif untuk melemahkan virus selain itu yang terpenting adalah menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui promosi kesehatan harus terus dilakukan”

Rencana kegiatan layanan semprot disinfektan ini akan dimulai pada tanggal 18 Maret 2020 dan untuk periode pertama akan berakhit pada tanggal 1 April 2020, namun tidak menutup kemungkinan memperpanjang masa operasi penyemprotan disinfektan yang dinamakan Jogja Bakoh Lawan Covid 19

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.