Konsisten Tangani Covid-19, ARM Indonesia Dapat Dukungan Pemerintah Australia

YOGYA, armindonesia.or.id – Terus konsisten melawan pandemi Covid-19, Association of Resiliency Movement (ARM) Indonesia mendapatkan dukungan langsung dari Pemerintah Australia.

Melalui tangan Palladium, Pemerintah Australia juga memberikan pendampingan dalam menjalankan program-program kemanusiaan melawan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Penyemprotan disinfektan di Bojonegoro

“Sejak 16 Maret 2020 kami terus bergerak di masyarakat untuk melawan pandemi Covid-19. Beberapa kali kami juga sudah coba melakukan kerja sama dengan menawarkan program-program khusus kepada pemerintah kota dan pemerintah daerah. Namun saat itu penawaran kami tidak kunjung mendapatkan respon positif. Gayung bersambut, justru ada penawaran dari Pemerintah Australia yang kemudian kami ambil,” ujar Ketua Dewan Eksekutif Nasional (DEN) ARM Indonesia Andy Reza, Jumat (09/10/2020).

 

Andy menceritakan, Pemerintah Australia tidak hanya memberikan dukungan kepada ARM Indonesia saja. Melainkan mereka juga menggandeng tiga organisasi kemanusiaan lainnnya, yaitu Alterasi Indonesia, Ademos, dan Donders.

Sosialiasi dan konsulatsi Kesehatan di Bojonegoro

Empat organisasi kemanusiaan tersebut pun kemudian bergabung menjadi satu dalam Konsorsium Program Desa Tanggap Covid-19 (PDTC). Mereka melakukan kolaborasi untuk membantu dan memberikan pendampingan kepada masyarakat di dua desa di Bojonegoro dan dua desa di Sumba Barat Daya. Program konsorsium ini sendiri bakal berjalan selama enam bulan, yaitu terhitung mulai Juli hingga Desember 2020.

 

“Empat lembaga yang bergabung ini masing-masing memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Alterasi Indonesia melakukan pengolahan dan analisis data, Ademos melakukan pendampingan lapangan di Bojonegoro, Donders melakukan pendampingan lapangan di Sumba Barat Daya, sedangkan ARM Indonesia fokus terhadap penggagasan serta maintenence program-program,” imbuh Andy di Kantor Sekretariat ARM Indonesia.

Konsulasi dan pemeriksaan kesehatan di Sumba Barat Daya

Adapun program-program yang dijalankan oleh Konsorsium PDTC sendiri ialah penyemprotan disinfektan, pembagian cairan disinfektan gratis, konsultasi kesehatan dan kejiwaan, kampung bakoh, ketahanan pangan, hingga kampanye kesehatan melalui berbagai media.

 

“Kami juga mencoba membangun kelompok kerelawanan masyarakat di sana. Mulai dari memberikan edukasi, mengajarkan Standard Operating Procedure  yang benar, hingga bagaimana mengeksplorasi kondisi masyarakat setempat,” tuturnya.

 

Andi menjelaskan, target akhir dari pendampingan di Bojonegoro dan Sumba Barat Daya ialah membangun desa tangguh bencana. Sebab, menurutnya ketangguhan desa itu muncul dari dalam, baru sisanya dari kelompok luar dan pemerintah.

 

“Ketangguhan desa itu munculnya dari dalam, 60% ketangguhan muncul dari dalam dulu, kemudian baru 35% dari kelompok luar, dan sisanya 5% dari pemerintah. Nah dari sini lah, ketika ketangguhan desa sudah terbentuk maka jika sewaktu-waktu terjadi bencana mereka menjadi lebih siap dalam melakukan penanganan,” tegas Andy.

 

Andy menuturkan. meski kini fokus mendampingi dua desa di Bojonegoro dan dua desa di Sumba Barat Daya, ARM Indonesia tetap melaksanakan program-program khusus melawan Covid-19 di Yogyakarta. Secara rutin, puluhan relawan ARM Indonesia juga terus terjun di berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

“Kami terus menjalankan semua program-program yang telah kita buat untuk melawan Covid-19 di Yogyakarta. Adanya konsorsium ini justru membuat semua program yang telah berhasil dijalankan ARM Indonesia di Yogyakarta ini bisa dibawa dan diterapkan di daerah-daerah lain,” pungkasnya.

Posted in Berita and tagged , , , , , , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *