Manajemen Posko Bencana Kampung Tangguh Bencana

Untuk meningkatkan kapasitas warga Kampung Sangkrah, dilakukan pelatihan dan belajar bersama tentang manajemen bencana dan posko, pengetahuan dan ketrampilan ini bisa dan perlu di milii oleh masyarakat, agar jika terjadi suatu kejadian yang tidak kita inginkan misalkan musibah atau bencana, masyarakat setempat sudah biasa dan tangguh dalam menghadapinya.

Pengetahuan tentang manajemen bencana dan posko, yang di pandu oleh wakil ketua ARM, H. Manfa Luthfi, menjelaskan tentang apa itu ancaman (hazard), kerentanan (vulnerbality) dan bencana (disaster). Warga diajak untuk mengkaji berbagai jenis ancaman apa saja yang ada di sekitar kampung dan juga kerentanan-kerentanannya sebelum menjadi sebuah bencana. Dari pengetahuan mengenal ancaman dan kerentanan ini diharapkan masyarakat bisa membuat sebuah data baik dalam bentuk peta maupun lainnya terkait ancaman dan kerentanan.

 

Setelah pengetahuan tentang ancaman, kerentanan dan bencana dipahami oleh peserta, berikutnya berbicara tentang manajemen posko, kenapa pengetahuan posko juga harus di miliki oleh warga? Walaupun sebenarnya dalam kerja – kerja bencana banyak lembaga yang mendirikan posko saat terjadi bencana, namun sayangnya dari posko yang didirikan lembaga – lembaga tersebut masih sedikit yang bisa memfungsikan benar – benar sebagai posko bencana, yang terjadi kebanyakan saat bencana, posko – posko tersebut hanya satu buah tenda yang berdiri dengan beberapa kursi dan meja didalamnya, serta tulisan spanduk posko, namun tidak ada aktifitas nyata sebuah posko, untuk data saja mungkin tidak ada. Untuk itu daripada menunggu lebih baik warga yang terdampak dari bencana tersebut sudah dikenalkan terkait posko.

 

Secara struktur posko tentu saja berbeda dari yang dimiliki oleh pemerintah seperti BNPB, maupun NGO (LSM) yang bekerja dalam bencana, struktur di posko bencana warga tentu saja fungsi utama adalah sebagai penghubung antara warga dengan pemerintah, posko bencana di warga strukturnya sebagai berikut :

  1. Fungsi komando, terdapat perangkat komandan, wakil komandan, sekretaris dan bendahara
  2. Fungsi operasi, terdapat tim Assessment, Logistik, Pertolongan Pertama dan lain – lain sesuai kebutuhan
  3. Fungsi administrasi, terdapat tim humas dan sekretariat

Struktur posko disepakati bersama oleh warga dengan kepengurusan diluar struktur pengurus RT dan RW, yang dapat diganti secara periodik.

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.