Penyebaran Covid-19 Semakin Merebak, ARM Indonesia Buka Layanan Surveilans

YOGYA, armindonesia.or.id – Bulan demi bulan telah berlalu, namun pandemi Covid-19 masih juga tidak kunjung usai. Malahan, belakangan ini penyebaran virus Covid-19 semakin merebak dan sulit dikontrol.

Menanggapi hal tersebut, Association of Resiliency Movement (ARM) Indonesia pun menghadirkan layanan surveilans untuk masyarakat umum melalui program Jogja Bakoh. Melalui surveilans ini, relawan ARM Indonesia akan membantu melacak pergerakkan dan perjalanan sesorang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Program ini secara khusus dibuat untuk membantu melacak pergerakkan dari seseorang yang dinyatakan positif Covid-19. Cara kerjanya yaitu kami melacak orang tersebut pergi ke mana saja dan kontak intens dengan siapa saja. Nanti dari situ kami memberi rekomendasi kepada orang-orang yang kontak tersebut, apakah perlu rapid tes, tes swab, atau isolasi mandiri,” ujar Ketua Dewan Eksekutif Nasional (DEN) ARM Indonesia Andy Reza, Senin (03/08/2020).

Andi menceritakan, program ini mulai berjalan sejak pertengahan Juli 2020 untuk membantu mengatasi kebingungan masyarakat ketika mendapati warga di lingkungannya positif Covid-19. Sebab, menurut Andi hingga kini masih banyak masyarakat yang bingung terkait apa yang harus dilakukan ketika orang di sekitarnya terkena Covid-19.

“Ketika ada orang yang dinyatakan Covid-19 ini masyarakat langsung panik dan takut. Mereka juga bingung harus gimana ketika ada orang positif Covid-19 karena mereka juga tidak tahu penyebarannya ini ke mana saja. Dari sini lah kemudian ARM Indonesia turun tangan untuk melakukan surveilans,” bebernya di Kantor Sekretariat ARM Indonesia.

Andi menambahkan, pada dasarnya surveilans ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Sebab hasil dari olah lapangan yang dilakukan itu akan menghasilkan tindakan prefentif apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan memotong siklus penularan.

“Surveilans ARM Indonesia ada dua model, yaitu berbasis kampung dan individu. Jadi kami bisa membantu melakukan surveilans untuk warga kampung yang terkena Covid-19, namun bisa juga membantu satu keluarga yang anggotanya terkena Covid-19,” imbuhnya.

Sekretaris ARM Indonesia sekaligus Komandan Jogja Bakoh Anggun Gunadi menambahkan, proses pengambilan data yang dilakukan relawan ARM Indonesia sendiri melalui dua cara, yaitu terjun langsung ke lapangan dan komunikasi intens menggunakan aplikasi WhatsApp.

“Satu hingga dua kali kami terjun langsung ke lapangan dan bertemu secara tatap muka dengan orang-orang memiliki tingkat resiko terkena Covid-19nya tinggi. Namun setelah itu kami lebih intens berkomunikasi melalui WhatsApp agar lebih cepat dan fleksibel dalam mendapatkan data-data lanjutan,” terangnya.

Anggun menuturkan, saat melakukan program surveilans sendiri pihaknya juga selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan seseorang yang dinyatakan Covid-19. Melainkan masyarakat harus memberikan dukungan psikologis melalui doa dan dukungan agar lebih semangat dan bisa lekas sembuh. Selain itu, masyarakat juga bisa memberikan bantuan logistik apabila keluarganya kurang mampu.

“Sampai saat ini kami sudah melakukan surveilans di lebih dari 3 wilayah yang berbeda. Kami sifatnya membantu, kalau ada yang minta tolong pasti kami bantu. Misalpun kami menawarkan membantu tapi ditolak itu juga tidak masalah,” pungkasnya.

Posted in Berita and tagged , , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published.