Peta Partisipatif untuk Ketangguhan Rakyat

“Membangun Ketangguhan Rakyat dengan Pemetaan Partisipatif” itulah tema yang diusung dalam #wedanganmitigasi yang keempat kalinya tepatnya tanggal 19 Juni  2016, dan kebetulan pelaksanaannya kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan 1437 H, sehingga acara diskusi, berbagi pengetahuan dan pengalaman dilaksanakan dengan acara buka puasa bersama.

Dengan Narasumber Prof. Dr. M. Baiquni, MA, Head Departement of Development Geography dan juga Kepala Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada, belajar dari pengalaman pribadi beliau dimana dalam membuat peta partisipatif harus berdasarkan pengetahuan masyarakat setempat atau lokal, peta partisipatif merupakan sebuah  peta proses bukan peta hasil, yang terpenting disini  adalah prosesnya bukan hasilnya dimana proses usaha bersama untuk menentukan dan membuat peta tersebut.

 

Dihadiri dari kalangan masyarakat baik,profesional, praktisi,  komunitas relawan maupun individu yang minat pada kerja kemanusiaan terutama pada pengurangan risiko diskusi tentang pemetaan partisipatif sepakat bahwa diskusi dalam setiap #wedanganmitigasi yang dilaksanakan setiap bulannya ada tindak lanjutnya, kebetulan untuk kesempatan kali ini hadir mahasiswa Magister Pariwisata UGM, Nasrun, yang berasal dari daerah Wakatobi, yang juga memiliki kepedulian akan community resilience (ketangguhan masyarakat). Dan salah satu upaya diselenggarakan #wedanganmitigasi ini adalah untuk memunculkan gagasan – gagasan terkait community resiliency (ketangguhan masyarakat) agar sigap dan mampu menghadapi segala macam ancaman dan bahaya disekitar kita.

 

Ditekankan oleh Prof. Baiquni, “bahwa proses bersama dalam membuat peta partisipatif adalah membangun kesadaran, kerja bersama, dan silaturahmi”. Selain itu keuntungan peta partisipatif adalah setelah jadi tidak membutuhkan sosialisasi lagi ke masyarakat, tidak butuh sosialisasi karena sejak proses pembuatannya sudah melibatkan masyarakat, berbeda dengan peta yg dibuat model top down.

 

Diskusi yang berjalan sampai dengan pukul 20.00 WIB ini, menghasilkan beberapa rekomendasi yang nantinya akan menjadi tindak lanjut upaya kerjasama antara perhimpunan ARM, dengan Sekolah Rakyat Berdaulat, Fakultas Geografi UGM dan Forum Diskusi Mahasiswa UGM, antara lain : melakukan riset dan analisis terkait peta partisipatif dan perkembangannya, mengupayakan di tengah-tengah masyarakat mampu melakukan secara mandiri membuat peta partisipatif terkait risiko dan ancaman, dan melalui sekolah akan mengembangkan peta partisipatif.

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *